Petani di Maros resah dengan hama burung pipit yang menyerang sawah mereka menjelang panen.

Bahkan kerugian petani akibat hama burung ini ditaksir mencapai hampir 3 milyar rupiah.

Para petani pun mengadukan hal tersebut ke Pemerintah Kabupaten Maros.

Menanggapi hal itu, Bupati Maros, Chaidir Syam sejak seminggu lalu telah menginstruksikan ke dinas terkait agar mengambil langkah cepat demi menyelamatkan gabah para petani.

Selain itu, ia pun turun langsung memantau kondisi sawah petani di Desa Alatengae Kecamatan Bantimurung, senin (16/01/2023).

Chaidir juga mengerahkan ratusan satuan pamong praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pilar sosial lainnya seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Ia menjelaskan, pengerahan pasukan ini dilakukan sebagai bentuk gerakan cepat atas bencana hama burung pipit yang merugikan petani di beberapa desa di Maros.

Menurutnya, tenaga para petani sudah banyak terkuras akibat mengusir hama burung ini sehingga butuh bantuan tenaga misalnya untuk memasang jaring yang bisa menghambat serangan hama ini.

Sementara, Kepala Desa Alatengae Kec. Banturung, Abd. Azis menjelaskan, serangan hama burung pipit ini diakibatkan jadwal tanam para petani yang tidak seragam sehingga burung pipit yang jumlahnya melebihi dari biasanya kemungkinan bermigrasi dari kecamatan bahkan kabupaten lain yang sudah selesai panen.

Ia pun optimis dengan langkah cepat pihak pemerintah misalnya bantuan jaring serta pendirian posko pengendalian dan pendataan korban serangan hama burung pipit maka hama ini bisa teratasi meskipun sudah banyak mengalami kerugian. (marosfm news department)

Leave a Comment