Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros menggelar pengukuran dan publikasi stunting (diseminasi hasil pengukuran) pelaksanaan 7 aksi konvergensi stunting tingkat Kabupaten Maros.

Kegiatan yang dihadiri berbagai stakeholder dan unsur terkait itu digelar kamis (01/12) di Grandtown Hotel Mandai.

Dalam sambutan Wakil Bupati Maros yang dibacakan Asisten 1, Agustam menyatakan permasalahan stunting pada usia dini terutama 1000 Hari pertama kelahiran (HPK) sangat mempengaruhi kualitas SDM generasi kita.

Sehingga, upayan penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi, yakni intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Dalam sambutan itu juga disampaikan selain upaya tersebut, juga dibutuhkan prasyarat pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor, serta kapasitas untuk melaksanakan upaya itu.

Dijelaskan Asisten 1, aksi konvergensi ini merupakan upaya yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama menyasar kelompok prioritas yang tinggal di desa desa.

Adapun pengukuran dan publikasi hasil stunting dilakukan untuk mendapatkan data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa.

Sehingga, data tersebut akan digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pemurunan angka stunting di Kabupaten Maros. (marosfm news department)

Leave a Comment