Pengelola Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) memiliki tantangan dan tugas yang sama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) yakni harus meningkatkan kapasitas sehingga bisa lebih optimal dalam melayani kebutuhan informasi bagi publik.

Terlebih lagi dalam menghadapi era disrupsi media akibat perkembangan teknologi dan komunikasi secara massif sehingga memaksa kita untuk terus bekerja keras agar LPP dan LPPL bisa terus terdepan di mata publik.

Hal itu disampaikan Dirut LPP RRI, DR. Hendrasmo saat membuka kegiatan Workshop Excellent Broadcaster “Menjadi Praktisi Radio yang Adaptif di Era Digital” yang digelar Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Indonesia Persada ID) di Semarang, Jawa Tengah, selasa (20/12).

Hendrasmo menekankan, praktisi radio terus dituntut untuk tetap menarik di mata audience, Bahkan dihadapkan untuk berkompetisi dengan berbagai platform mulai digital, seluler, media sosial, website dan berbagai perangkat elektronik untuk memperebutkan perhatian audience.

Menurutnya, insan radio terus dihadapkan dengan tantangan, namun disisi lain radio tetap diberi peluang apabila pengelolanya bisa memanfaatkan potensi yang ada.

Ia memaparkan, radio memiliki kelebihan dan kekuatan yang tidak dimiliki media lainnya, sehingga insan radio harus memanfaatkan kelebihan itu yakni sifat radio yang persona sehingga lebih mudah membangun emosional dengan audience dan itu adalah kuncinya karena emosi itu lebih kuat dari rasio sehingga sifat radio lebih mudah menggerakkan orang.

Selain itu, kekuatan LPPL yakni bersifat lokal sehingga lebih mudah menyelesaikan persoalan-persoalan lokal dengan mencari solusinya dibanding media lain yang cakupannya lebih luas atau nasional.

Ia pun meminta Insan LPPL untuk mengatur strategi dan memperkuat kemampuan dalam menghadapi disrupsi informasi, karena informasi dari radio lebih kredible atau lebih dapat dipercaya dibanding informasi bersumber dari teks.

Sekedar diketahui, Hendrasmo menyampaikan hal tersebut di depan 30an LPPL dari Seluruh Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Persada.ID. Adapun workshop itu digelar bekerjasama LPP RRI dan PT. PLN Persero serta Pemprov Jawa Tengah. (marosfm news department)

 

Leave a Comment