Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam, S.I.P.,M.H menerima kunjungan Wakil Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Mark Newton dalam rangka Pemamparan dan Penandatanganan Rencana Kerja Tahunan Kabupaten/Kota dampingan program USAID IUWASH Tangguh, jumat lalu (28/10/2022).

Ia bersama timnya sengaja berkunjung ke Kabupaten Maros sebagai salah satu kabupaten yang menjadi lokus program IUWASH Tangguh.

Dalam Kunjungannya, Mark didampingi Alifah Lesatari COP USAID IUWASH Tangguh dan Ibu Rieneke Rolos Regional Manager SSRO. Diterima Bupati Maros H. Andi Syafril Chaidir Syam, S.I.P.,M.H bersama dengan Direktur PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahudin M, dan Kepala Unit IPA Bantimurung, Abdul Rajab, Kepala Dinas PUPR Maros, Muetazim Mansyur. ST.

Mark Newton menyampaikan bahwa USAID IUWASH Tangguh akan mendukung pemerintah Kab.Maros dalam mencapai target Kab. Maros untuk air minum dan sanitasi aman serta beberapa kegiatan yang berkaitan dengan adaptasi perubahan iklim untuk menjaga air baku PDAM dan sustainabilitas pelayanan air minum agar tidak mempengaruhi pelayanan akibat perubahan iklim.

Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan komitmennya ke depan akan menetapkan beberapa daerah spot spot percontohan pelayanan Sanitasi ataupun air minum sebagai lokus yang akan didampingi oleh USAID IUWASH Tangguh dan akan mengarahkan program-program dari SKPD sehingga akan lebih mudah dipantau dan diukur progress dan outputnya.

Sebelum Bertemu Bupati Maros Mark Newton terlebih dahulu berkunjung ke IPA Bantimurung PDAM Maros diterima Direktur PDAM, bapak Shalahuddin dan kepala Unit IPA PDAM Bantimurung Abdul Rajab berserta beberapa Staf. Kunjungan ke IPA PDAM Bantimurung untuk melihat proses pengolahan air minum dengan melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan air bekerja sejak dari penyedotan air baku hingga ke penampungan akhir yang siap dialirkan ke pelanggan PDAM.

Mark juga menyempatkan diri melihat Laboratorium pengujian kualitas air yang mana ada 3 sampel yang diuji yaitu Air Baku, Air bersih yang ada di WTP dan Air bersih yang sudah sampai di pelanggan. Setiap bulan diambil 20 sampel secara acak diberbagai lokasi IPA dan lokasi pelanggan. Untuk uji mikrobiologi karena PDAM tidak memiliki alat maka sampelnya dikirim ke Dinas Kesehatan. (marosfm news department)

Leave a Comment