Bantuan untuk korban angin puting beliung di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros yang terjadi Kamis Sore (16/06) terus berdatangan pasca bencana.

Bencana itu merusak sedikutnya 161 rumah itu dan mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Selain sembako dan kebutuhan pangan serta papan dalam pemulihan kondisi, anak balita yang terdampak pun mendapat perhatian dalam pemenuhan gizinya.

Hal itu terlihat dari bantuan yang diberikan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) prov. Sulsel dan DPC Persagi Kab. Maros bekerjasama Dinas Kesehatan Kab. Maros dan Pusat Krisis Centre Prov. Sulsel.

Ikut hadir pada kegiatan ini Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kab. Maros, Hj. Sutiana, SKM. M.Kes.

Ketua DPC Persagi Maros, Hj. Sitti Asiah, SKM, M.Kes mengatakan, baksos ini dilakukan dengan membagikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dan makanan tambahan (MT) serta popok bagi balita korban angin puting beliung.

Ia menjelaskan terdapat 70 bayi balita yang terdampak bencana angin puting beliung yang tersebar di kelurahan baju bodoa, kelurahan baji pa’mai dan desa bori kamase.

Hj Asiah memaparkan, selain pembagian MP ASI juga dibagikan makanan tambahan untuk kebutuhan balita serta sembako dan pemberian konseling PMBA (pemberian makanan bayi dan anak) di daerah terdampak.

Sementara Hj. Sutiana menyampaikan, dukungan perlu melibatkan semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan elemen terkait, respon gizi terutama bagi kelompok rentan dalam keluarga seperti bayi balita yang terdampak bencana angin puting beliung ini.

Adapun Lurah Baju Bodoa, Ali Rusdy ST mengucapkan terimakasih atas bantuan makanan pendamping ASI dan makanan tambahan bagi bayi dan Balita.

Ia berharap semoga ini bisa menjadi sedikit pelipur hati bagi korban puting beliung, sekaligus menambah gizi anak balita korban terdampak, yang kebetulan orang tua mereka belum sempat bahkan tidak mampu membeli asupan gizi tersebut.

Diketahui, MP ASI ini adalah makanan atau minuman bergizi seimbang yang diberikan kepada bayi berusia 6-24 bulan dengan takaran tertentu guna memenuhi kebutuhan gizi bayi. MPASI juga makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga namun tidak serta merta menggatikan peran ASI. (Marosfm news department)

Leave a Comment