Bayi berusia sehari yang ditemukan warga di salah satu Perumahan Kosong di Kecamatan Marusu pada Rabu 6 April 2022 lalu, kini tengah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr La Palaloi Maros untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Bayi tersebut sebelumnya dirawat di Puskesmas Marusu, namun karena terdapat penyakit yang serius dalam tubuhnya sehingga harus mendapatkan penanganan medis untuk dirujuk ke RSUD dr La Palaloi.

Saat diwawancarai marosfm.com, Dokter anak yang menangani bayi tersebut, dr Nur Ayu Lestari mengatakan, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan berat 3.1 Kg tengah dirawat di ruang NICU.

Ayu menjelaskan, bayi tersebut mengalami masalah pada kulitnya serta ada bisul dibagian tubuhnya dan keluar cairan dari telinga kanan dan kiri, kemudian terdapat benjolan dalam pipi yang gampang berdarah.

Benjolan tersebut kata Ayu, akibat dari gigitan semut yang mengakibatkan mulut dan bibir bayi berusia tiga hari ini menjadi kering.

Oleh karena itu, Ayu menambahkan pihaknya, minimalkan tindakan untuk pembersihan.

dr Ayu menjelaskan pihaknya telah melakukan perawatan secara optimal dengan memberikan antibiotik, infus dan pemberian nutrisi kepada bayi.

Hanya saja terdapat benjolan di pipinya yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, sehingha harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar..

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan pihaknya bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan sang bayi ini, mulai dari biaya perawatan dan seluruh kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan.

Ia pun berharap bayi ini bisa segera sembuh setelah menjalani pengobatan.

Hingga saat ini, kata Chaidir, sudah 24 orang yang mengajukan permohonan adopsi bayi ini.

Ini juga harus melalui jalur di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk prosedur-prosedur dalam mengadopsi dan mengutamakan keluarga yang memang belum memiliki anak.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kadis Sosial Maros, Nuryadi dan Kadis DP3A dr Fitri.

Diberitakan sebelumnya, bayi perempuan ditemukan di kompleks perumahan Jingga Dirgantara Dusun Bangkeng, Desa Tellumpocoe Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ia ditemukan di himpitan dua bangunan rumah yang lebarnya hanya sekitar 30 CM saja.

Saat ditemukan tubuhnya tak tertutup sehelai benang pun. Tak sampai disitu, sekujur tubuhnya dikerumuni semut dan dipenuhi bintik merah akibat gigitan semut. (ISP/Marosfm News Department)

Leave a Comment