Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mendampungi tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan peninjauan beberapa titik sungai yang ada di Maros, rabu (30/03/2022).

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk proses verifikasi lapangan dalam pengajuan bantuan BNPB untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi tanggul sungai yang ada di Kabupaten Maros yang rusak pasca bencana.

Ikut dalam verifikasi lapangan itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Provinsi Sulsel.

Kepala BPBD Maros, Fadli mengatakan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi tanggul sungai sangat perlu dilakukan mengingat Maros termasuk wilayah rawan Banjir, salah satunya disebabkan karena abrasi sungai yang tanggulnya rusak.

Ia menjelaskan, dari 13 usulan titik sungai, ada 8 titik yang kini lolos memasuki tahapan verifikasi lapangan, diantaranya sungai galaggara di Kec. Lau, sungai Bontoa, Sungai Butta Toa Turikale, Sungai Mandai (samping Toyota), sungai Tompobulu hingga sungai di Tanralili.

Sementara Bupati Maros, Chaidir Syam saat rapat bersama Tim BNPB berharap, verifikasi lapangan hingga tahapan lainnya bisa berjalan lancar sehingga tanggul-tanggul sungai yang rusak bisa direhabilitasi dan direkonstruksi mengingat Kabupaten Maros terakhir mendapat hibah BNPB hanya di tahun 2017 lalu

Ia juga memaparkan, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Maros saat ini.

Salah satu langkahnya dengan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi atau dikenal istilah TAKE. Dimana Maros yang pertama menerapkan program ini di Sulsel untuk mengatasi isu kerusakan lahan, resiko bencana hingga pengelolaan sumber daya air. (Marosfm news department)

Leave a Comment