Bupati dan Wakil Bupati serta DPRD Maros mengawal perencanaan pembangunan dari usulan masyarakat se-Kabupaten Maros. Usulan ini akan menjadi embrio perencanaan pembangunan dalam bentuk Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah Tahun 2023.

Selain Musrembang, juga ada syukuran atas setahun pemerintahan pasangan Chaidir Syam Suhartina Bohari. Dalam syukuran itu, Chaidir dan Suhartina langsung turun menyapa masyarakat di 14 kecamatan, sekaligus dilakukan beberapa peresmian, vaksinasi, donasi buku, pemberian penghargaan, pameran produk hasil olahan dan UMKM hingga dialog bersama Alim Ulama di tiap kecamatan.

Dalam roadshow itu ada yang menarik dengan kehadiran satu stand di sela-sela kegiatan yakni Pojok Literasi sebagai manifestasi Maros menuju Kabupaten Literasi.

Dalam Pojok literasi ini, selain pameran buku, pojok ini juga menerima sumbangan buku dari berbagai sumber bacaan masyarakat.

Tim Pendamping Literasi Kabupaten Maros, St. Fatimah Achmad, sabtu (13/02/2022) kepada marosfm mengatakan dalam roadshow itu, sumbangan buku dari masyarakat selama kegiatan sudah memberi nilai yang baik. Dan bukti keseriusan mereka mendukung gerakan literasi di Kabupaten Maros. Dari 8 kecamatan sudah terkumpul ratusan buku yang nantinya akan dibagikan ke perpustakaan desa dan sarana baca yang didirikan masyarakat.

Hingga sabtu kemarin, jumlah buku sumbangan warga termasuk ASN Maros sebagai berikut, Marusu : 80 buku, Tompobulu: 44 buku, Moncongloe 51, Tanralili : 132, Mandai : 134, Maros Baru : 75 buku, Lau 73 dan Mallawa 146 buku.

Bersinergi gerakan literasi ini, Bunda Baca Maros yang juga ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ibu Hj. Ulviah Yusuf Chaidir terus berkampanye peningkatan budaya baca pada masyarakat dengan menggunakan waktu luang untuk membaca setiap saat.

“Membaca itu akan membuka cakrawala berfikir kita tentang banyaknya pengetahuan. Dan ini akan berdampak pada cara kita mendidik anak dan diri sendiri,” ungkap apoteker ini penuh semangat. Ulfiah yakin jika kampanye ini dilakukan rutin, maka budaya baca masyarakat akan meningkat.

Sementara Bunda Literasi Maros, Hj. Suhartina Bohari berharap masyarakat dilibatkan dalam program literasi ini karena dari merekalah gerakan literasi akan menyentuh lingkungan dan keluarga.

“Masyarakat adalah harapan kita dalam gerakan literasi ini. Saya harap Bunda Literasi Kecamatan memberi sosialisasi manfaat gerakan literasi yang bukan hanya membaca, menghitung dan menulis tapi juga pemanfaatan lingkungan, keuangan, budaya, tehnologi dan sains.” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Bupati Maros ini melakukan gerakan Go Green dengan kampanye penggunaan tumbler pengganti air gelas konsumsi harian masyarakat. “Ini gerakan sederhana, tapi nampaknya terhadap lingkungan tidak sederhana,” kunci Suhartina. (marosfm news department)

Leave a Comment