Perhatian Pemerintah Kabupaten Maros dalam menjadikan Mallawa sebagai Sentra Kopi dan salah satu tujuan agrowisata kebun Kopi rupanya tidak main-main.

Setelah beberapa kali mengunjungi area kebun Kopi di Mallawa, Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari pun menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) antara lain Dinas Pariwisata, Pertanian dan Kopumdag, Camat Mallawa membahas rencana tindak lanjut pengembangan Mallawa Sentra Kopi, di ruang rapat Wakil Bupati Maros, jumat (31/12/2021).

Saat dihubungi Marosfm, minggu (02/01/2022), Hj Suhartina menjelaskan rakor yang digelar kemarin itu sementara tahap pembagian tugas karena ini gabungan kerja kolaboratif dimana tiap OPD dan Pemerintah setempat punya tugas masing-masing.

Ia mengungkapkan, untuk rencana tahun 2022 ini, Pemkab akan fokus pada pengembangan kopi bentenge Mallawa yakni mencari cita rasa ciri khas yang ada di kopi bentenge karena inilah yang menjadi ciri khas Maros nantinya.

Menurutnya mencari cita rasa khas kopi itu penting apalagi Kopi ini hanya bisa ditanam di Desa Bentenge karena jika pindah di desa lain dengan ketinggian yang beda maka akan mengubah cita rasanya.

Kedepannya, untuk sentra kopi produksi akan berfokus di Desa Bentenge, namun sentra kopi untuk pariwisata akan disebar di semua desa sekitarnya.

Ia juga berencana untuk kedepannya akan melibatkan pihak Pemerintah Provinsi karena disana terdapat jalan poros yang menghubungkan Mallawa, Maros dan Bone sehingga saling menunjang dalam meningkatkan perekonomian penduduk sekitar Mallawa.

Beberapa waktu lalu, Bupati Maros bersama Wakil Bupati telah mengajak seluruh Kepala OPD terkait untuk berkunjung ke Desa Bentenge Mallawa. Selain sumber daya alam Kopi, tanaman jahe Mallawa juga akan menjadi fokus pengembangan Pemerintah Kabupaten Maros di tahun 2022 ini. (marosfm news department)

Leave a Comment