Kejaksaan Negeri Maros meringkus HN berusia 50 tahun, terpidana kasus penjualan tanah milik orang lain di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros pada Rabu kemarin, 12 Januari 2022.

Sebelumnya, HN diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Maros pada bulan Februari 2021 lalu terkait kasus penjualan tanah milik orang lain.

Kejaksaan Negeri Maros, Suroto mengatakan, HN sebelumnya diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Maros dan Kejari Maros melakukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan kasasinya  diterima dan baru keluar di bulan November 2021.

Dalam kasasi yang diturunkan Mahkamah Agung kata Suroto, HN dinyatakan terbukti melakukan penjualan tanah milik orang lain dan dipidana satu tahun penjara.

Saat kasasi turun, kejari telah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan, namun tidak datang. HN malah mengembalikan surat penggilan ke Kantor Kejaksaan Negeri Maros. Selanjutnya Kejari Maros langsung bergerak melakukan penangkapan.

HN sendiri sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat saat akan ditangkap. Ia berhasil diringkus di Kompleks Perumahan Nusa Indah, Kecamatan Pallangga di Kabupaten Gowa.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Maros Raka Bintasang mengatakan, saat melakukan pengejaran untuk menangkap yang bersangkutan, tim melacak keberadannya. Pihak Kejari Maros harus bekerja ekstra karena terpidana ini sempat berpindah-pindah tempat. Saat pertama kali dilacak HN berada di Kabupaten Gowa, lalu berpindah lagi ke Maros. Dan akhirnya berhasil ditangkap di Gowa.

HN diamankan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 912 K/Pid/2021 tanggal 03 Nopember 2021. Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “menjual tanah sebagian milik orang lain” sebagaimana diatur dalam Pasal 385 ayat (1) KUHP dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun. (ISP)

(marosfm news department)

Leave a Comment