Masyarakat Maros diimbau untuk tidak melakukan pawai dan arak-arakan tahun baru dan acara old dan new year terbuka seperti pesta kembang api yang berpotensi mengundang kerumunan.

Hal itu disampaikan Bupati Maros, Chaidir Syam usai mengikut Rapat koordinasi secara Virtual terkait Kesiapan PPKM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 bersama Mendagri Tito Karnavian dan Kepala Daerah lainnya, di Karpet Biru Kantor Bupati Maros, Rabu 8 Desember 2021.

Ia menyampaikan, sesuai instruksi Mendagri akan segera menerbitkan himbauan untuk mengaktifkan kembali Satgas Covid 19 di masing-masing lingkungan hingga RT/RW.

Selain itu, menurutnya, penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang lebih ketat juga akan terus digencarkan serta memperkuat koordinasi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan untuk aturan Nataru terhitung mulai 24 Desember sampai 2 Januari akan dilakukan pembatasan spesifik.

Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan untuk antisipasi karena adanya pengumpulan massa yang bisa menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid 19.

Ia menyampaikan, untuk saat ini tidak lagi menggunakan narasi status level 3 dan tidak lagi dilakukan penyekatan seperti Nataru tahun lalu.

Namun, tetap diimbau bagi Masyarakat agar sedapat mungkin tetap berada di rumah bersama keluarga, menghindari kerumunan dan tidak melakukan perjalanan.

(marosfm news department)

Leave a Comment