Peningkatan Jaminan Kesehatan Nasional dengan harapan, masyarakat terhindar dari risiko munculnya penyakit menular baru menjadi perhatian besar bagi Pemerintah Kabupaten Maros.

Hal itu disampaikan Bupati Maros, saat menerima Pemaparan langsung pihak Bappeda Provinsi Sulsel bersama Tim Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) yang juga dilakukan secara zoom meeting di ruang kerja Bupati, Selasa 7 Desember 2021.

Chaidir Syam mengaku sangat menyambut baik program ini dan menyampaikan terima kasih karena memilih Maros sebagai salah satu dari 5 Kabupaten Di Sulsel yang akan menjalankan program dengan pendekatan One Health.

Pendekatan One Health ini dilakukan cakupannya dalam Integrasi kesehatan hewan, masyarakat dan lingkungan karena ketiganya saling terkait.

Ia berharap, lewat program ini terjalin kerjasama lintas sektor untuk peningkatan status kesehatan masyarakat dalam menghadapi kasus penyakit tertentu serta bencana.

Ia juga meminta agar seluruh instansi terkait ikut mempromosikan pendekatan One Health dalam Integrasi kesehatan hewan, masyarakat dan lingkungan karena ketiganya saling terkait.

Ia pun meminta, untuk tim yang akan dibentuk agat terus memastikan keterlibatan sektor terkait, dan menyiapkan 2 kecamatan percontohan dalam penerapan program.

Sementara Deputy Team Leader AIHSP, Isradi Alireja menjelaskan Maros sebagai salah satu locus di Sulsel dengan beberapa pertimbangan.

Menurutnya, penunjukan kabupaten ini dilihat dari Indeks pembangunan manusia, cakupan vaksinasi, serta melihat komitmen pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan program ini.

Program AIHSP menjadi program Kementrian Kesehatan, Kementrian Pertanian, Pemprov Sulsel bersama Australian Government dalam

Koordinasi Nasional yang lebih kuat menanggapi ancaman kesehatan nasional, regional dan global.

(marosfm news department)

Leave a Comment