Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maros memprediksi hujan masih akan terus turun di Kabupaten Maros hingga beberapa beberapa hari kemudian.

Saat dikonfirmasi awak media, Rabu 8 Desember  2021, Kepala BMKG Maros Rakhmat Prasetia mengatakan, hujan yang akan terjadi beberapa hari kemudian intensitasnya tidak seekstrem yang terjadi tiga hari terakhir.

Menurutnya, Analisis hujan tiga hari terakhir 5 -7 Desember, sebagian besar terdampak pada pesisir barat Sulawesi Selatan dengan kondisi hujan lebat hingga ekstim.

Dikatakan Rakhmat lebih lanjut, hari ini (Rabu) hingga beberapa hari ke depan masih berpeluang hujan namun intensitas tidak seekstrim beberapa hari kemarin.

Ia pun menjelaskan puncak musim hujan di Kabupaten maros akan terjadi sekitar bulan Desember dan Januari untuk wilayah pesisir bagian barat.

Diperkirakan musim penghujan akan terus berlangsung hingga bulan Februari atau Maret 2022.

Ia pun menghimbau masyarakat tetap waspada  dan terus pantau info BMKG serta jaga kondisi lingkungan. Ia juga meminta warga menghindari daerah yang berpotensi banjir, serta hindari pohon-pohon yang bisa terkena dampak jika ada hujan lebat tiba-tiba disertai angin kencang.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Fadli mengatakan pihaknya telah mengimbau tiap kecamatan untuk mengaktifkan posko siaga bencana.

Untuk saat ini menurut Fadli, ada delapan kecamatan yang terendam banjir meliputi, Maros Baru, Bontoa, Lau, Marusu, Bantimurung, Simbang, Turikale, Moncongloe dan Camba. Dari delapan daerah tersebut Kecamatan Maros Baru merupakan daerah dengan kondisi terparah. (*)

(marosfm news department)

 

Leave a Comment