Sekitar 50 penyandang disabilitas tuna rungu atau akrab disapa dengan panggilan “Teman Tuli” mengikuti prosesi Pengislaman, di Masjid Ar.Rahman Rujab Bupati Maros, Rabu 8 Desember 2021.

Uniknya, pengucapan dua kalimat syahadat dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat.

Prosesi itu disaksikan Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Kadis Pendidikan, H. Takdir dan pengurus Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sulsel dan Kabupaten Maros.

Wakil Ketua Gerkatin Sulsel, Bambang menyampaikan selama ini “Teman Tuli” banyak yang ingin belajar tentang agama tetapi saat hadir di Masjid untuk mendapatkan siraman rohani atau ceramah, mereka kesulitan karena tidak adanya penerjemah.

Untuk itu Bambang meminta kepada Bupati Maros agar bisa memfasilitasi hal itu untuk masjid tertentu utamanya pada Sholat Jumat.

Ia juga sangat mengapresiasi perhatian Bupati Maros yang telah menjamu para Teman Tuli beberapa waktu lalu bertepatan Hari Disabilitas Internasional dilanjutkan dengan prosesi Pengislaman hari ini.

Menurutnya, ini pertama kali dilakukan di Sulsel dimana seorang Bupati mengundang dan sangat mengapresiasi para penyandang disabilitas bahkan memfasilitasi dalam giat dakwah.

Chaidir Syam bersyukur karena komunikasi dengan penyandang disabilitas tuna rungu ini bisa terjalin baik apalagi mereka sangat antusias dalam dakwah islami meskipun dengan bahasa isyarat.

Ia berharap apa yang menjadi masukan dari Teman Tuli kita ini terkait penerjemah atau Tarjim kedepannya bisa diakomodir sehingga saudara kita ini bisa juga memahami apa yang disampaikan penceramah.

Diakhir sambutannya, bupati Maros mengatakan, saat ini Maros Menuju Kota Religi dan kita semua akan bergerak mewujudkannya meskipun ada keterbatasan fisik tapi sejatinya kita semua sama dihadapan Allah SWT.

(marosfm news department)

Leave a Comment