Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros melakukan koordinasi dengan BMKG Maros, Kamis kemarin, menyusul potensi fenomena La Nina yang diprediksi terjadi akhir tahun ini hingga Februari 2022.

Saat dihubungi awak media pada 5 November 2021, Kepala BPBD Maros, Fadli mengatakan, prediksi cuaca untuk beberapa waktu ke depan diharapkan bisa menjadi acuan dalam melakukan mitigasi bencana.

Menurutnya, Hal ini dilakukan setelah melihat beberapa berita di media bahwa BMKG pusat memprediksi Sulsel termasuk provinsi yang akan terdampak la nina untuk beberapa waktu ke depan.

Selain itu lanjut kata Fadli, Kepala BNPB juga telah menginstruksikan semua jajarannya di daerah untuk bersiap-siap menghadapi bencana.

Termasuk arahan dan perintah langsung Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito kepada seluruh BPBD di daerah untuk bersiap-siap dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang salah satu akibatnya adalah la nina tersebut.

Dalam koordinasi itu, Fadli menyampaikan jika BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi pada awal tahun depan. Meski begitu, sedini mungkin ia berharap masyarakat bisa mengantisipasi dampak bencana, khususnya banjir dengan cara membersihkan lingkungan setempat dari sampah, serta memangkas pohon yang dianggap rawan tumbang.

Sedangkan untuk pemerintah desa dan kelurahan agar segera menentukan titik kumpul/evakuasi atau penampungan warga bilamana terjadi banjir.

Sementara Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia mengakui kalau musim hujan di Kabupaten Maros diprediksi terjadi pada bulan November dan Desember. Sehingga diimbau agar tetap waspada dengan potensi hujan lebat. Apalagi musim hujan yang disertai fenomena la nina ini akan menambah intensitas. (*)

(marosfm news department)

Leave a Comment