Kabupaten Maros diharapkan menjadi sentra peternakan sapi dan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pengembangbiakan sapi yang baik.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maros, Hj.Suhartina Bohari saat menghadiri Puncak acara Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, selasa (7/9/2021).

Wakil Bupati Perempuan pertama di Maros ini menyampaikan, saat ini pihak Dinas sementara menggalakkan proses inseminasi buatan bagi hewan ternak sapi karena bisa meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas ternak.

Ia menjelaskan, Ada beberapa bibit sapi yang sudah dilakukan inseminasi buatan, yakni Limosin dan wagyu. Dan hasilnya akan terlihat sembilan bulan ke depan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Alfian Amri menjelaskan,  tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan ini untuk meningkatkan mutu dan genetik ternak sapi lokal dan mempercepat peningkatan populasi ternak.

Teknik ini mampu menaikkan kualitas sapi, baik dari segi keturunan maupun dari segi harga sapi.

Ia berharap, proses inseminasi buatan ini akan memberi harapan agar para peternak lebih serius menekuni profesi ini karena lebih menjanjikan dalam peningkatan kesejahteraan peternak. (marosfm news department)

Leave a Comment