Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) kabupaten Maros menggelar bimbingan teknis pelestarian naskah kuno milik daerah di Aula mini perpustakaan daerah Maros, kamis kemarin.

Dengan tema pentingnya pelestarian dan dokumentasi milik daerah sebagai penopang peradaban bangsa, bimbingan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya preservasi naskah kuno bagi pemerhati dan penulis, juga untuk menumbuh kembangkan rasa peduli dan memiliki masyarakat juga pemerintah daerah terhadap naskah kuno.

Bupati Maros Chaidir Syam dalam sambutannya menyampaikan kepada peserta untuk memanfaatkan dengan baik bimbingan hari ini. Pemateri yang hadir bukan pemateri biasa, pemateri ini adalah orang yang telah terjun selama 10 tahun dalam pelestarian naskah kuno.

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini memiliki dasar yakni UU nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan serta peraturan Bupati Maros nomor 84 tahun 2016 tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Perpusarda.

Menurut Bupati, Pemateri yang akan sharing dengan peserta adalah orang yang telah menyelamatkan sekitar 400 naskah kuno di kabupaten Maros.

Chaidir Syam juga mengatakan, pelestarian naskah kuno adalah hal yang luar biasa. Mengingat Maros ini adalah kabupaten daerah yang punya peradaban luar biasa terlebih dengan temuan lukisan yang menghebohkan dunia.

Lukisan yang ditemukan tersebut adalah lukisan yang berumur 45.500 tahun yang lalu, yang menunjukkan bahwa peradaban kita di kabupaten Maros sudah lebih terdahulu ada dibanding beberapa daerah yang ada di belahan dunia.

Melihat ini semua, Chaidir merasa pelestarian naskah kuno harus diiringi dengan kemampuan akademis, sehingga naskah-naskah ini bisa lebih otentik dan jelas.

Sementara itu, Jamaluddin selaku ketua panitia melaporkan, total peserta yang hadir sebanyak 30 orang.

Adapun Peserta yang hadir berasal dari komunitas penulis, pegiat literasi dan pemerhati sejarah dan budaya dengan banyak kurang lebih 30 orang. (marosfm news department)

Leave a Comment