Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, Bupati Maros HAS Chaidir Syam lakukan kunjungan ke RSUD dr Palaloi pada Senin siang.

Selama pandemi, Rumah sakit yang telah berdiri sejak tahun 1983 ini menjadi tempat perawatan intensif bagi para pasien terkonfirmasi positif yang membutuhkan perawatan.

Menjelang hari raya Idul Adha, kasus covid di Maros terus mengalami peningkatan. Bupati Maros HAS Chaidir Syam turun langsung melakukan kunjungan ke RSUD dr Palaloi guna meninjau langsung ketersediaan ruang pelayanan bagi para pasien.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau pemanfaatan tempat tidur di Maros sudah mencapai 84%, untuk itu perlu ada penambahan. Terlebih pasien terkonfirmasi covid terus meningkat.

Chaidir Syam menyampaikan, terdapat tambahan ketersediaan kamar hari ini. Dengan total ketersediaan kamar ialah 30 kamar dari 20 kamar sebelumnya.

Sementara, Untuk ruang isolasi yang terisi hingga saat ini sebanyak 23 kamar, sehingga masi ada ketersediaan kamar kosong sebagai antisipasi adanya tambahan pasien covid-19 yang membutuhkan perawatan.

Saat melakukan peninjauan, Chaidir merasa sedih karena baru saja mendapatkan kabar duka. Salah satu pasien terkonfirmasi covid-19 yang dirawat di ruang isolasi meninggal dunia.

Pasien diketahui adalah Polisi kelahiran 1982 yang bertugas di Papua. Kabarnya pasien akan dikebumikan di kampung halaman yakni kecamatan Simbang desa Bantimurung.

Dalam proses peninjauan Bupati Maros juga meninjau instalasi radiologi, pihaknya masuk ke tempat pengambilan foto X-ray. Selanjutnya, tepat disebelah ruang yakni ruang panel.

Sementara itu, Kepala RSUD dr Palaloi Hj Fitri Adhicahya yang ikut menemani Bupati Maros Chaidir mengatakan, selain ruang isolasi perawatan kita juga meninjau ruang isolasi ICU covid, dan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Untuk Pasien di isolasi perawatan covid ada 23 orang, di isolasi ICU covid 2 orang dan ada satu bayi di NICU yang masi dalam kategori suspek.

(marosfm news department)

Leave a Comment