NEWS

Friday, 11 June 2021

Disbudpar Maros Gelar Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay, Kuliner, Souvernir fotografi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan mulai Kamis tanggal 10 hingga 12 Juni 2021 di Hotel Grand Town Mandai Bantangase.

Adapun peserta yang ikut bergabung terdaftar sebanyak 40 orang yang berasal dari kelompok sadar wisata dan penggiat fotografi serta pemateri senior.

Keterangan Gambar : Pelatihan Digitalisasi yang digelar oleh Disbudpar Maros (dok.marosfm)

Kegiatan tersebut ditujukan demi meningkatkan destinasi wisata di Kabupaten Maros. Mengingat pentingnya bagi para kelompok sadar wisata memiliki kemandirian dalam mempublikasikan daya tarik di wilayah wisatanya masing-masing.

Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari yang hadir membuka kegiatan, mengatakan sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pelatihan yang digagas oleh dinas kebudayaan dan pariwisata ini. 

Menurut Suhartina, Dengan kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Maros. Ia juga mengaku, potensi pariwisata merupakan sektor yang meskipun terus dieksplorasi tetapi nilai ekonominya tidak akan habis tergerus oleh jaman, bahkan menjadi bertambah.

Perempuan yang dikenal cinta akan potensi alam ini menyampaikan, potensi besar yang dimiliki oleh kabupaten Maros jangan sampai sia-sia karena kita hanya diam dan menunggu. Perlu ada gerakan yang bisa mendorong pengembangan UMKM bidang pariwisata.

Dengan penyampaian informasi digital yang baik, akan menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan penguatan ekonomi pada kelompok masyarakat akan lebih produktif. Perluasan akses pasar dapat dilakukan dengan berbagai platform digital.

Sementara itu, Kabid Disbudpar Maros, Yusriadi Arief yang sekaligus ketua panitia dikegiatan ini, sepakat dengan pernyataan Wabup. Dengan Melalui pelatihan digitalisasi, mereka akan belajar untuk mandiri meningkatkan daya saing. Perlu disebar luaskan potensi wisata yang dimiliki.

Lanjut menurut Yusriadi sebelum masyarakat mengunjungi tempat wisata, mereka akan berusaha mencari informasi terkait tempat yang akan mereka kunjungi. Disinilah peran Disbudpar untuk memberikan penyajian informasi standar berbasis digital. Tak lupa pula serta informasi yang berikan tidak over claim tapi harus merinci, mulai dari transportasi yang bisa digunakan, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan ketika berkunjung, serta alokasi waktu dan kisaran ongkos yang harus dikeluarkan. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.