NEWS

Friday, 26 March 2021

Manfaatkan Lahan Hutan Pendidikan, Fakultas Kehutanan Unhas MoU bersama Pemkab Maros

Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, melakukan Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten Maros terkait pemanfaatan lahan hutan pendidikan Unhas di Kecamatan Cenrana, di ruang pertemuan bupati maros pada Jum'at, (26/3/2021).

Keterangan Gambar : Fakultas Kehutanan Unhas usai melakukan penandatanganan MoU Pemamfaatan Hutan Pendidikan Unhas di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros (dok.marosfm)

Saat melakukan audiens dengan rombongan,  Dekan Fakultas Kehutanan Unhas dr. Andi Mujetahid M menyampaikan, dengan adanya MoU ini diharapkan nantinya akan ada pemanfaatan lahan hutan pendidikan Unhas bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. 

Selama ini kata dia memang sudah ada MoU antara rektor dengan Pemda Maros. Tapi sebagai Fakultas Kehutanan baru kali ini melakukan MoU dengan Pemda Maros. 

Kerja sama ini menurutnya, kerja sama ekonomi masyarakat terkait pemanfaatan dalam kawasan hutan Penddikan Unhas cukup baik. Sebelumnya sudah ada pemanfaatan lahan kawasan hutan. Hanya saja perlu untuk di lembagakan melalui MoU antara Fakultas Kehutanan dan Pemda Maros.

Mujetahid mengatakan, salah satu pemanfaatan lahan kawasan hutan dalam meningkatkan ekonomi masyakarat yakni membuat beberapa program yang akan melibatkan masyarakat secara langsung. 

Karena selama ini kata Mujetahid, masyarakat lebih sering jalan sendiri tanpa adanya arahan dan pembinaan dari pihak Fakultas Kehutanan. Pun demikian juga dengan Fakultas Kehutanan kerap jalan sendiri dalam mengelola kawasan hutan pendidikan Unhas. 

Selain itu, kedepannya akan ada arahan dan pembinaan dari pihak Fakultas Unhasterkait pemanfaatan kawasan hutan pendidikan oleh masyarakat di tiga desa, yakni Limapoccoe, Labuaja dan Rompegading. Jika berkolaborasi dengan pemerintahan kabupaten maros, kemungkinan ada potensi untuk dapat dikembangkan lagi kedepannya.

Menurutnya, di dalam kawasan hutan Pendidikan Unhas yang memiliki luas 1.460 hektar ini, terdapat 60 jenis tanaman langka dari seluruh Indonesia. 

Salah satunya adalah kelicung dari Nusa Tenggara Barat. Ini harus dijaga kelestariannya. Karena untuk menjaga kelestarian beberapa tanaman-tanaman langka di kawasan hutan tersebut, kita akan membuat program pengembangan silvopasture. Yakni tata cara beternak di kawasan hutan dan cara menghasilkan pangan bagi hewan ternak.

Sementara itu Bupati Maros AS Chaidir Syam menyambut baik terkait MoU ini. Dengan adanya MoU ini merupakan keseriusan kedua lembaga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (marosfm news department)

Post a comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.