NEWS

Monday, 16 September 2019

Pengering Gabah Berbahan Bakar Sekam Dikembangkan Di Maros

Alat Pengering Gabah dengan Sistem Rotary Dryer yang memanfaatkan Sekam Padi sebagai bahan Bakar kini mulai dikembangkan di Kabupaten Maros.

Alat tersebut dikembangkan Dua Dosen Universitas Teknologi Sulawesi (UTS), Sattar, Ph.D dan anggota tim Yayu Chandra Pratiwi, MM. Mereka berkolaborasi dengan Satu Dosen dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Dr. Ir. Muh. Anshar.

Keterangan Gambar : Tim PKM saat melatih warga di Pabrik Beras Alpa Jaya, Lingkungan Kasuarrang, Kelurahan Allepolea, Kec. Lau (Depan Kompleks Balai Besar Veteriner Maros) untuk mengoperasikan pengering gabah berbahan bakar sekam. (dok. ist)

Ketiganya tergabung dalam Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan memanfaatkan Hibah Pengabdian Masyarakat tahun 2019 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).

Setelah menyelesaikan alat tersebut, Tim ini pun melanjutkan kegiatannya dengan memberikan pelatihan penggunaan alat tersebut langsung ke petani dan pemilik penggilingan beras yang tergabung dalam Kelompok yang dinamakan “ Berasa Marusu”.

Dosen UTS, Sattar, Ph.D, senin (16/9) dalam rilisnya ke Maros fm mengatakan kebanyakan petani melakukan pengeringan padi dengan menjemur langsung dibawah sinar matahari sehingga pengeringan akan tertunda dan terganggu bila cuaca kurang baik atau pada musim hujan,

Apalagi selama ini, menurutnya, limbah penggilingan padi masih belum dimanfaatkan sebagai sumber energi alternative bagi warga.

Sehingga dengan adanya alat pengering gabah Sistem Rotary Dryer yang memanfaatkan Sekam Padi sebagai bahan Bakar bisa memberikan solusi dari permasalahan yang dialami petani.

Ia mengaku, pihaknya telah melakukan pelatihan di Pabrik Beras Alpa Jaya, Lingkungan Kasuarrang, Kelurahan Allepolea, Kec. Lau (Depan Kompleks Balai Besar Veteriner Maros) minggu kemarin (15/09). Dan mereka yang hadir sangat antusias mendengarkan dan menyimak penjelasan dari Tim PKM dan begitu seksama menyaksikan pengoperasian alat yang memanfaatkan limbah sekam yang selama ini tidak memiliki nilai bahkan cenderung mengganggu lingkungan.

Salah seorang petani yang hadir, Dg Majid mengaku berterima kasih atas sistem pengeringan yang dikenalkan Tim PKM ini.

Ia pin mengaku baru mengetahui ternyata sekam yang selama ini hanya dibiarkan menggunung di pabrik-pabrik beras, atau hanya dibakar begitu saja dan bahkan ada yang membuang ke sungai ternyata punya manfaat sangat besar bagi petani. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.