NEWS

Lintas Maros

News

PROGRAM HARIAN

SKPD KAB. MAROS

Tuesday, 11 August 2020

Dandim 1422 Maros Cek Kesiapan Personil Dalam Penananganan Covid-19

Kodim 1422 Maros menggelar Apel gelar pasukan TNI-POLRI dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan pendisiplinan protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Maros.

Upacara kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Dandim 1422 Maros Letkol Inf Budi Rahman di halaman upacara Kodim 1422 Maros pada, Selasa (11/8/2020).


Keteterangan Gambar : Dandim 1422/Maros saat mengecek kesiapan personil dalam percepatan pergerakan covid-9 (dol.marosfm)


Dalam sambutannya Budi mengatakan, kegiatan tersebut untuk memassivkan kegiatan sebelumnya yang sudah dilakukan. Mengingat dengan angka penyebaran covid-19 di Maros cukup tinggi dan termasuk dalam zona merah.


Lanjut Dandim menjelaskan, hal ini merupakan bentuk kekhawatiran bersama, demi menekan angka agar tidak makin meningkat dan menghambat laju perekonomian dan kegiatan sosial lainnya yang ada di Maros.


Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Budi Rahman juga mengajak semua selaku aparatur negara untuk menjadi contoh bagi masyarakat agar dapat mengikuti protokol kesehatan dan memulai kebiasaan penegakan kedisiplinan  secara sama-sama dengan melibatkan banyak personil didalamnya.


Adapun pesonil yang terlibat dalam proses percepatan penanganan covid-19 ini melibatkan kurang lebih 130 personil diantaranya meliputi, TNI AD, Polisi, SatpolPP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Maros Harmil Matotorang, Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon dan para kepala OPD Pemkab Maros serta perwira staf Danramil jajaran Kodim 1422 Maros. (marosfm news department)

Jelang Kompetisi, Askab PSSI Maros Seleksi Ratusan Peserta Pemain

Kurang lebih 300 peserta banjiri seleksi pemain Tim Persim Maros yang berlangsung di stadion Kassi Kebo, Kabupaten Maros, Senin sore (10/8/2020).

Proses seleksi ini berjalan sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, yakni kelahiran 1 Januari 1998 hingga 30 Desember 2002 atau berumur sekitar 18 hingga 22 tahun. Seleksi pemain hari pertama ini digelar dalam bentuk games singkat dengan durasi tanding 20 menit. Tiap pemain yang hadir bergantian masuk untuk bermain sesuai dengan posisi idealnya masing-masing.

Keterangan Gambar : Ketua Askab PSSI Maros saat melakukan seleksi pemain (dok.marosfm) 

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Maros, Yusdal Yusuf mengatakan, peserta tidak hanya berasal dari Maros, peserta dari luar kabupaten pun banyak berdatangan. Nama besar Persim Maros, pernah mencetak sejumlah pemain bintang diliga Indonesia seperti Syamsidar, Zulkifli syukur, Asri Akbar, hingga Cristian Carrasco menjadi magnet warga untuk ikut ambil bagian dalam seleksi.

Peserta diantaranya Ada dari Pangkep, Makassar, bahkan Ternate dan Papua. Awalnya kita target seleksi ini berlangsung tiga hari namun melihat banyaknya peserta mungkin saja berlangsung sampai satu minggu.

Seleksi ini juga dikatakannya akan berlangsung sangat ketat dan kompetitif. Apalgi berlangsung di bawah pemantauan tim seleksi berkualitas yang merupakan mantan pemain sepakbola profesional di liga Nasional.

Tim selekesi ialah dari mantan pemain belakang PSM Makassar H. Syamsuddin Batola sebagai kepala tim seleksi, mantan punggawa Persela Lamongan, Denny Tarkas, mantan pemain PSM Makassar Arfan Baba, dan Anwar Liko.

Membludaknya jumlah peserta disambut positif oleh Askab PSSI Maros selaku penyelenggara seleksi. Ia berharap seleksi tersebut dapat melahirkan pemain yang berkualitas demi bangkitnya kembali Persim Maros di kancah sepak bola nasional yang sempat vakum beberapa waktu silam dengan terbentuknya tim tersebut bisa lolos untuk putaran berikutanya. (marosfm news department)


Masa Pandemi, Ibu-ibu Di Simbang Maros Budidaya Tanaman Obat Herbal

Masa pandemi membuat warga berinovasi menciptakan ramuan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh guna menangkal virus.


Keterangan Gambar : Hasil tanaman obat herbal yang di olah menjadi seduhan yang berkhasiat bagi ketahanan tubuh (dok.marosfm)

Salah satunya Warga Kecamatan Simbang di Kabupaten Maros,  memanfaatkan lahan kosong seluas 30 are untuk menanam sejumlah tanaman obat keluarga. Selain untuk konsumsi pribadi, selama pandemi Covid-19 tanaman obat juga diperjual belikan.

Budidaya tanaman obat ini dilakukan oleh Kelompok  Tanaman Obat Keluarga (Toga) Mandiri yang didominasi ibu-ibu rumah tangga atau IRT.

Saat ditemui marosfm.com, Selasa (11/8/2020), Ketua kelompok Toga Mandiri Mardia mengatakan, Budidaya tanaman obat ini sebenarnya sudah ditekuni sejak tiga tahun terakhir. Namun, saat ini aktivitas budidaya makin gencar dilakukan. Berbagai jenis tanaman mulai dari bawang dayak, temu putih, kayu seca, kencur dan masih banyak lainnya.

Lanjut Mardia, selain itu keseluruh tanaman yang sudah dipanen bisa diseduh dan di minum airnya sesuai dosisi yang dianjurkan dari pusat kesehatan.

Dalam membudidayakan tanaman obat dan meramunya menjadi ramuan penangkal penyakit, kelompok ini tentunya mendapatkan pembinaan dari Puskemas Simbang Maros.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simbang Maros, Ilyas Nur mengatakan, kelompok ini mendapatkan pembinaan terkait cara dan dosis dalam memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat, termasuk cara meminimalisir penggunaan obat kimia.

Pihak Puskesmas Simbang Maros juga terus memberikan informasi terbaru terkait jenis tanaman yang bisa dikembangkan, termasuk cara meraciknya.

Diketahui sebelumnya, Desa Simbang ini pada 2018 berhasil mendapat posisi tiga dalam penilaian asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga di tingkat Sulsel. (marosfm news department)

Lakalantas Di Jalan Poros Maros - Makassar, 1 Orang Meninggal Di Tempat

Seorang pengendara sepeda motor bernama Sarmanto, (26) meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Jalan poros Maros - Makassar tepatnya di Dusun Bulu-bulu, Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Senin, (10/8/2020) sekitar pukul 

Keterangan Gambar : Personil unit laka lantas Polres Maros saat mengolah TKP lakalantas yang terjadi di Jalan Poros Makassar Maros (dok.marosfm)

Kanit laka Satlantas Polres Maros, Iptu Arsyad mengatakan, kecelakaan maut ini melibatkan tiga kendaraan sekaligus. Masing-masing, dua kendaraan roda dua, Yamaha N-Max dengan nomor polisi DD 4092 TR yang dikendarai Sarmanto, Yamaha Vino DD 6661 XX (plat putih) yang dikendarai Salimin dan mobil truk Hino Robo 500 DD 8052 RV yang dikemudikan oleh Syaiful.

Dikatakannya, Kecelakaan maut ini bermula, ketika sepeda motor Vino DD 6661 XX yang dikendarai Salimin bergerak dari arah Kabupaten Maros ke Kota Makassar. Tiba-tiba, datang kendaraan sepeda motor N-max yang dikendarai oleh Sarmanto dari belakang dan menabrak korban Salimin Sehingga, Sarmanto dan Salimin terjatuh.

Atas peristiwa tersebut, Sarmanto meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka serius. Warga sekitar langsung membawanya ke RSUD Salewangang Maros. 

Sementara, kendaraan para korban telah dibawa dan diamankan di Mapolres Maros untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (marosfm news department)

Monday, 10 August 2020

Guru SDN 66 Kanjitongang Maros Belajar Menulis dan Membaca Puisi

Mengisi waktu luang di masa pandemi, guru guru SD Negeri 66 Kanjitongang Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros mengasah ilmu sastranya dengan belajar menulis dan membaca puisi Senin, (9/8/2020)


Keterangan Gambar : Para pemateri belajar menulis dan membaca puisi dan guru-guru SDN 66 Kajitongang Maros Baru (dok.marosfm)


Acara tersebut di bawakan oleh Budayawan Maros Lory Hendrajaya yang juga koordinator Rumah Dongeng chapter Maros bersama Ima Fatimah seorang Penulis dan sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros. 

Dalam pelatihan tersebut diikuti sedikitnya 20 guru SD sembari belajar cara praktis menulis puisi yang materinya antara lain keberanian menulis, kebiasaan menulis dan cara menempatkan diksi yang tepat.

Tak hanya itu para guru juga di ajar  bagaimana memperbanyak kosa kata sebagai modal dasar menulis puisi, mempublis karya dan mendokumentasikan karya puisi , pelatihan ini hampir seratus persen praktik menulis dan membaca puisi. 

Dalam pelatihan itu Lory sebagai pemateri meminta kepada guru guru agar membuat target dalam menulis puisi, misalnya sehari satu puisi atau seminggu satu puisi dengan tema yang variatif. 

Guru yang dilatih merasa sangat senang karena mereka merasa mendapatkan banyak ilmu dimasa pandemi ini. 

Sementara itu, Ima Fatimah sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros mengharapkan pelatihan ini adalah awal untuk mengetahui bagaimana menulis puisi itu ternyata mudah, selanjutnya adalah bagaimana menjadikan karya puisi sebagai karya guru dan ini hanya akan lahir jika menjadi pembiasaan.

Ima berharap, Guru harus menulis puisi dan bisa diterbitkan menjadi antologi puisi guru SD khususnya di SD Kanjitongan.

Selain itu, Kepala SD Negeri 66 Kanjitongan Maros Baru A. Hikmawati sangat bersyukur atas kesediaan para pemateri untuk menjadi nara sumber di sekolahnya. Ia menganggap ini adalah satu langkah maju untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru guru dan dirinya.  

Hikmawati juga mengucapkan banyak terima kasih telah membimbing seluruh guru-guru. Katanya, ini menjadi bekal  untuk menulis dan membaca puisi yang sangat bermanfaat. 

Mengenai tantangan menerbitkan antologi puisi guru SD Kanjitongan dari sekretaris Rumah Dongeng, Hikmawati bersedia untuk berkarya bersama guru guru nya, dia hanya menjawab. (marosfm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.