NEWS

Lintas Maros

News

PROGRAM HARIAN

SKPD KAB. MAROS

Wednesday, 21 October 2020

Sambut Hari Lahir Ke-351 Sulsel, Sastrawan Asal Maros Luncurkan Hasil Karyanya

Dalam rangka menyambut Hari Lahir Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-351 tahun, Sejumlah penulis buku asal Kabupaten Maros ikut meluncurkan dua buku sastranya. di Etik Studio Makassar pada Senin, (19/10/2020) lalu.


Pada peluncuran tersebut juga dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2020 yang di gagas bersama Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKSS) dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Sulawesi Selatan.

Keterang Gambar : Peluncuran Buku Uniknya Rasa dan Lautan Puisi karya Sastrawan asal Kabupaten Maros (dok.marosfm)
Salah satu penulis Ima Fatimah dalam bukunya yang berjudul Uniknya Raya
mengatakan, inti dari makna buku yang di keluarkannya merupakan tulisan milik semua orang dan pengalaman serta rasa yang dimiliki setiap orang, dimana dalam sepersekian detik bisa menangis tapi di detik selanjutnya bisa saja dapat tertawa tanpa tahu dimana gradasi antara keduanya. 

Ima sangat bersyukur dan bahagia bukunya menjadi salah satu dari 40 karya sastra yang diluncurkan.

Ia merasa senang menjadi salah satu penulis, walau masih pemula tetapi sudah bisa sepanggung dengan para senior penulis Sulawesi Selatan.

Sementara itu buku kedua yang di gagas oleh Kepala Sekolah SDN 66 Kanjitongang A. Hikmawati yang berjudul Lautan Puisi tersebut berisi tentang antologi puisi yang di gagas oleh tenaga pendidikan di SDN tersebut. 

Ia sangat bangga atas pencapaiannya selama ini dan berharap akan menjadi pemacu untuk terus berkarya kedepannya.

Buku-buku ini juga di edit langsung oleh Ima Fatimah bersama Sastrawan dan Seniman Kabupaten Maros Lory Hendrajaya. 

Lory menjelaskan, Buku Uniknya Rasa yang penulisnya juga seorang guru SD 57 Bulu Bulu Maros ini diluncurkan dengan tebal buku 190 halaman terdiri dari 50 puisi, 30 cerpen tiga paragraf dan 30 kata kata baik sebagai akumulasi pengalaman kehidupannya. Sementara Lautan puisi memuat 160 puisi dari 20 guru SD kanjitongan yang masing-masing temanya bervariatif. 

Selain itu Lory juga mengungkapkan, bahwa bukti orang Maros punya kekuatan menulis yang hebat dan harus dibanggakan.

Ia berharap kedepan bukan hanya dua buku ini dan dua penulis, tapi akan lahir penulis penulis baru harapan Butta Salewangang.)

Dalam acara tersebut, ada pula 40 judul buku sastra lain yang diterbitkan dalam 2 tahun terakhir. Ragam buku yang diterbitkan  diantaranya sastra, antologi puisi, kumpulan cerpen, novel, kumpulan pentigraf, sastra daerah bugis makassar, dan masih banyak lainnya. (marosfm news department)

Friday, 16 October 2020

Gagas Karya Sastra Bagi Guru, SD Bulu Bulu Gelar Workshop Pentigraf

Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan SDN 57 Bulu Bulu Maros hadir sebagai peserta dalam workhop penulisan pentigraf.

Workshop ini berlangsung sehari  yang di bawakan oleh Lory Hendrajaya yang juga salah seorang penulis dan budayawan Maros yang dilaksanakan di Gedung SDN 57 Bulu Bulu Kecamatan Marusu Kabupaten Maros,Kamis (15/10/2020).

Keterangan Gambar : Kegiatan workshop pentigraf yang di laksanakan di SDN 157 Bulu-bulu (dok.marosfm)

Lory Hendrajaya menjelaskan, Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf, Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. 

Menurutnya, pentigraf adalah sebab syarat utamanya yang terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat. Untuk itulah, mengapa dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan pemilihan diksi untuk menciptakan kalimat yang efektif.

Ia berharap ilmu tentang pentigraf ini akan dikenal dan ketahui guru khususnya di Maros dan akan menjadi alternatif karya yang berkualitas. 

Sementara itu, Kepala UPTD SDN 57 Bulu Bulu Sri Wahyuni, sangat bersyukur guru gurunya sudah mendapatkan ilmu pentigraf dan berharap akan menjadi keterampilan karya baru.

Sri juga mengagendakan penerbitan kumpulan karya pentigraf SDN 57 Bulu Bulu, dan jika ini akan terbit paling lama akhir tahun, mungkin akan menjadi kumpulan pentigraf pertama di Sulsel. (marosfm news department)

Monday, 12 October 2020

Angkasa Pura I Resmikan Gedung Kelas Baru TK Angkasa di Maros

Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) menghadiri peresmian Gedung Kelas TK Angkasa yang dilaksanakan di TK dan SD Angkasa Kelurahan Hasanuddin Kabupaten Maros pada Senin, (12/10/2020).
 
Dalam acara peresmian ini juga dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Ketua Yayasan Pendidikan Periskapura, Kepala Cabang Bank SulSelBar Maros, beserta jajaran dari masing-masing instansi.


Keterangan Foto : Peresmian gedung baru TK Angkasa Maros oleh GM Bandara SHIAM Wahyudi (dok.marosfm)

Ketua Yayasan Pendidikan Persikapura, Endang mengatakan, Sangat mengucapkan banyak terima kasih dan berharap dengan adanya rehabilitasi ini TK dan SD Angkasa Pura mampu mempertahakan predikat akreditasi A serta meningkatkan animo pelajar untuk terus belajar dan berkarya.
 
Sementara itu, Wahyudi selaku General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengatakan, Dalam pelaksanaan rehabilitasi ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) memberikan bantuan dana sebesar Rp 256 juta. Upaya rehabilitasi Gedung Kelas TK Angkasa Pura adalah salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu program bina lingkungan yang mana menjadi bentuk komitmen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pengelola bandara untuk dapat berkontribusi memberikan bantuan pada aspek pendidikan.
 
Selain itu, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Ikbal menambahkan, Dinas Pendidikan dan Pemkab Maros pun tetap memegang komitmen untuk memberikan bantuan kepada TK-TK swasta, mulai dari pengadaan alat permainan anak hingga menghibahkan bangunan untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

Ia berharap, dengan ini semua tetap semangat dalam memberikan upaya yang terbaik di tengah masa pandemi ini.
 
Kegiatan ini pun dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng oleh General Manager Bandara Sultan Hasanuddin kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara pihak Yayasan Pendidikan Periskapura dengan Bank SulSelBar terkait program kerjasama SimPel (Simpanan Pelajar) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terkait program Perpustakaan Digital. (marosfm news department)

Disbudpar Maros Gelar Workshop Konservasi dan Perawatan Koleksi Museum

Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kabupaten Maros, menggelar Workshop Konservasi dan Perawatan Koleksi Museum, di Gedung Baruga A, Kantor Bupati Maros, Senin (12/10/2020).


Keterangan Gambar : Workshop Konservasi dan perawatan koleksi musem yang di gelar oleh Disbudpar Maros (dok.marosfm)

Sekaligus membuka acara tersebut, Pada sambutannya, Bupati Maros Hatta Rahman memberikan aplaus kepada Dinas Kebudayaan yang telah menjalankan workhsop ditengah pandemi covid dengan protokoler ketat yang diperuntukkan bagi masyarakat pelaku budaya di Kabupaten Maros.

Hatta mengungkapkan, kegiatan pertama yang dihadirinya ini merupakan peningkatan SDM yang berdampak langsung kepada masyarakat, kegiatan kedua Disbudpar Maros yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian ini patut untuk di syukuri karena bisa terjalankan.

Bupati dua periode ini juga menjelaskan betapa pentingnya hadirnya Museum Daerah di Kabupaten Maros, mengingat tidak banyak kabupaten yang bisa membuat museum dengan koleksi-koleksi bernilai tinggi.

Di masa ia menjabat selama dua periode Hatta Rahman sangat menginginkan adanya Museum Daerah Maros. Dengan melihat Kabupaten Maros kaya akan peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat penting.

Dalam Hari memperingati Hari Museum Nasional, ia berharap Museum Daerah Maros semakin menjadi magnet dan diminati masyarakat Maros, khsususnya para pelajar.

Sementara, Kadisbudpar Maros Ferdiansyah mengatakan kegiatan yang di hadiri 40 orang berasal dari anggotan lembaga adat dan pelaku budaya di Kabupaten Maros diundang untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan terhadap benda koleksi yang mereka miliki.

Kata Ferdiansyah, Kegiatan ini menghadirkan para ahli cagar budaya yang sebelumnya telah intes di dunia kecagarbudayaan, seperti Bapak Ramli, mantan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Provinsi Sumatera yang sekarang merupakan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Maros bersama anggotanya Lory Henradjaya dan pemerhati benda pusaka Alwi Asseggaf. (marosfm news department)

Wednesday, 7 October 2020

UPTD Puskeswan Dan BPP Berikan Penyuluhan Pada Petani Dan Peternak Desa Borikamase

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskeswan dan UPTD Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Maros Baru, mengunjungi para peternak di Desa Borikamase guna memberikan penyuluhan tentang kesehatan hewan, Rabu (7/10/2020).


Petugas Puskeswan mengambil sampel feses sapi untuk di uji laboratorium (dok. Ist)


Abdi salah satu Penyuluh Pertanian Desa Borikamase mengatakan, kelompok petani dan peternak dikumpulkan untuk diberi motivasi dan penyuluhan tentang hal hal apa saja yang perlu kita perhatikan dalam rangka memperbaiki kualitas ternak. Ia juga mungkapkan penyulihan ini bertujuan agar para peternak lebih sejahtera.


Abdi melanjutkan, dirinya sangat berterima kasih kepada UPTD Puskeswan dan Tim, yang begitu tanggap dan cepat merespon panggilan kami untuk memberikan motivasi, penyuluhan dan layanan keswan kepada masyarakat Desa Borikamase.


Sementara itu koordinator UPTD Puskeswan drh. Ujistiani Abidin menyatakan, pada oenyuluhan kali ini UPTD Puskeswan juga bersama Mahasiswa PKL Peternakan Unhas yang juga memberikan contoh pemanfaatan pakan sekitar dengan pembuatan Silase pada sapi atau pakan tambahan agar masyarakat petani dn peternak tidak membuang atau membakar jerami setelah panen padi, tapi dapat dibuat pakan yang berkualitas untuk memperbaiki perkembangan ternak sapi.


Ujis melanjutkan, pihaknya juga mengajak dari tim BBvet Maros untuk mengambil sampel darah dan feses sapi yang ada di desa tersebut untuk uji laboratorium. Hal itu dilakukan untuk melihat bibit penyakit dan memberikan pencegahan nantinya.


Ujis menyatakan, teknologi itu hadir untuk memudahkan peternak dan mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dari itu Ia berharap agar peternak bisa lebih berkembang dan bisa menerima teknologi baru untuk perkembangan ternak, agar kedepan bisa lebih sejahtera. (marosfm news department)



 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.