NEWS

Tuesday, 9 July 2019

Musim Kemarau Tiba, BMKG Maros : Waspadai Kekeringan dan Kebakaran.

Musim Kemarau yang dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Maros sejak tiga bulan lalu,
membuat sebagian wilayah mengalami kekeringan.

Salah satunya ada di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mengalami kesulitan
mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan pasokan air yang  diperlukan sehari - hari
seperti mandi dan mencuci, warga harus mengambil air di sebuah sumur tadah hujan.

Keterangan Gambar : Kepala Seksi dan Data Informasi stasiun Klimatologi Maros Indang Abdul Rohim (Ist)

Saat ditemui di lokasi Selasa (9/7/2019), Salah satu warga Desa Panjukukang Maros, Musliadi mengatakan kemarau telah terjadi sejak 3 bulan lalu, saat itulah warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Banyaknya warga yang setiap hari mengambil air di sumur tada hujan ini, membuat debit air di
penampungan ini semakin menipis, warga memprediksi agustus mendatang, sumur terserbut akan kehabisan air.

Warga pun berharap agar Pemerintah setempat dapat memberikan bantuan pasokan air bersih  bagi seluruh warga yang mengalami dampak kekeringan.

Sementara itu, Kepala Seksi dan Data Informasi stasiun Klimatologi Maros Indang Abdul Rohim, mengatakan sekitar 33 persen zona musim di wilayah Sulsel telah memasuki musim kemarau. Pihak BMKG diminta untuk tetap waspada dengan musim ini. Diantaranya Wilayah yang telah memasuki kemarau antara lain Kabupaten Jeneponto bagian timur, Kabupaten Gowa dan Takalar bagian barat, sebagian Soppeng, Barru, Maros dan Pangkep serta Selayar dan Pinrang.

Lanjutnya ia mengatakan, Atas dasar prediksi tersebut, BMKG pun mengimbau kepada pemerintah daerah dan warga terdampak untuk mewaspadai kekeringan itu bisa berakibat buruk pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, kelangkaan air bersih, dan peningkatan potensi terjadi kebakaran. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.