NEWS

Monday, 29 April 2019

Bupati Maros Apresiasi 14 Guru Persembahkan Karya Buku Di Momen Hardiknas 2019

Program "Guru Menulis" di Kabupaten Maros sukses melahirkan 14 karya buku yang ditulis guru dari berbagai Sekolah di Maros.

Program tersebut digagas Dinas Pendidikan Maros bersama penggiat literasi Maros, Dr. Jabaruddin Pasuloi dalam kurun waktu sebulan dan disiapkan untuk momen Hardiknas 2019.

Keempat belas karya tersebut pun resmi di luncurkan oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman pada senin (28/4) di Baruga A Kantor Bupati Maros.

Keterangan Gambar : Bupati Maros Foto bersama para Guru yang karyanya diluncurkan bertepatan Momen Hardiknas 2019. (dok. ist)

Bupati Maros dalam sambutannya, mengaku salut pada 14 guru yang sudah berbuat dan menghasilkan karya dalam bentuk buku.

Ia berharap ada jilid-jilid selanjutnya dan melahirkan guru menulis dan karya yang lebih banyak serta melahirkan karya dari ilmu yang lebih spesifik.

Menurutnya, buku ini merupakan bukti guru-guru Maros kreatif dan inovatif.  Dan mengharap buku selanjutnya akan melahirkan karya dari ilmu yang lebih spesifik.

Sementara, Penggiat Literasi yang juga Kepala Sekolah SMPN 2 Maros, Dr. Jabaruddin menjelaskan, dari 20 guru yang mengikuti program "Guru Menulis" ini, ternyata berhasil melahirkan 14 karya buku.

Salah seorang guru, Ima Fatimah yang menulis buku "Revolusi Sekolah Dari Bedah Menjadi Beda" merasa bahagia atas apresiasi Bupati terhadap karya para guru ini.

Ia pun mengaku merasa terpacu untuk berkarya lebih dari yang sudah ada, apalagi karya kali ini hanya butuh waktu sebulan dalam perampungannya, namun syukur hasilnya memuaskan dan menjadi persembahan terbaik untuk Maros dalam Hardiknas 2019.

Dalam peluncuran tersebut juga diputarkan video jejak literasi Butta Salewangang yang bercerita proses perjalanan karya 14 buku yang lahir dari 14 penulis ini.

Adapun keempat belas guru dan karyanya ini antara lain,  H. Muhammad Saleh Karfa dan Zuraida Karfa (Representasi Nilai Sinrilik Marakondang Ri Abbo), Suhelmina Said (Pembelajaran Karakter Yang Terlupakan), A. Ariyani (Refleksi Pembelajaran Sumber Inspirasi Dan Renungan), Hj. Haeriah (Bahagia Jadi Anak Petani), Aliah Abbas (Kencan Online), Herawati (Pelangi Diujung Kisah), Ima Fatimah (Revolusi Sekolah Dari Bedah Menjadi Beda), Saenab (Bukan Karena Tua), Jumriah (Ketika Pengasuhan Optimal Anak Terabaikan), Muh. Idrus (Semilir Angin Di Kaki Gunung Bulusaraung), Dr. Jabaruddin, M.Pd (Akkarena), Nursaidah (Formula Pengembangan Potensi Peserta Didik), Sudarmi (Teknik Pola Jari Seketika Lancar Membaca), dan Nurhayana (Inspirasi Jiwa). (Maros FM News Department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.