NEWS

Tuesday, 20 November 2018

TACB Dan Disbudpar Maros Upayakan Konservasi Temuan Kerangka Purba Di Leang Jarie

Penemuan Kerangka Manusia yang diperkirakan berusia ribuan tahun di Situs Cagar Budaya Leang Jarie, Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros mendapat perhatian serius dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Maros dan Dinas Pariwisata Pemkab Maros.

Dalam kunjungan lapangan ke lokasi tersebut, selasa siang (20/11/2018), Ketua TACB Maros, Muhammad Ramli didampingi anggota, Lory Hendradjaya (Budayawan), Husni Siame (Arkeolog) dan Yusriadi Arif (Arkeolog) bersama Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Disbudpar Maros, Burhan Jaya.

Keterangan Gambar : Pihak TACB dan Disbudpar Maros saat kunjungan lapangan di Situs Leang Jarie, Maros.

Ramli mengatakan, penentuan tanggal atau dating rangka Leang Jarie saat ini masih berpatokan pada sisa arang di lapisan rangka yang diprediksi berusia 6985 tahun, namun berpatokan arang dari lapisan lainnya yakni sekitar 2692 tahun sehingga masih harus diteliti lebih lanjut.

Namun menurutnya, karena rangka ini telah di eskavasi, sehingga harus ada upaya konservasi dan kajian penyelamatan terhadap rangka manusia ini karena melihat berbagai faktor yang mengancam kondisinya seperti cuaca, kelembaban, serta gangguan binatang atau pun manusia.

Sementara Anggota TACB, Yusriadi Arief, mengatakan, upaya pelestarian situs Leang Jarie ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan obyek wisata khususnya wisata budaya.

Sementara itu Kasi Cagar Budaya dan Museum Disbudpar Maros, Burhan Jaya menjelaskan, Pemkab Maros bersama-sama TACB akan menindaklanjuti dalam hal pengkajian pelestarian dan pemanfaatan.

Apalagi menurutnya, Leang Jarie ini salah satu dari 6 situs gua prasejarah yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Bupati Maros, sehingga akan diupayakan untuk di daftarkan dan akan diusulkan ke TACB untuk dikaji.

Diketahui sebelumnya, pada 3 Mei 2018 lalu, Tim peneliti Balai Arkeologi (Balar) Makassar, menemukan kerangka yang diduga jejak peninggalan manusia lampau di Leang Jarie.

Dari sekian banyak penemuan arkeologi di Maros, penemuan inilah yang paling spektakuler. Karena baru kali ini ditemukan rangka manusia purba dan nyaris utuh. 

Saat ini, disekitar kerangka tersebut telah dibuat pembatas papan untuk menjaga garis batas dan penutup sehingga menyerupai peti. 

Penduduk sekitar pun terlihat aktif menjaga dan mengunjungi situs ini untuk memastikan kondisi kerangka tidak terganggu sebelum adanya keputusan pasti terkait tindak lanjut yang akan dilakukan pihak terkait. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Maros Enterprise.